Keterlambatan Bicara Anak Usia 4-5 Tahun Akibat Dampak Screen Time di Child Development and Therapy Centre Palembang
DOI:
https://doi.org/10.53299/jppi.v6i1.3292Keywords:
Screen time, Keterlambatan Bicara, Anak Usia Dini, Perkembangan BahasaAbstract
Durasi screen time yang tinggi pada anak usia 4-5 tahun sering dikaitkan dengan keterlambatan bicara, yang bisa memengaruhi kemampuan komunikasi mereka. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan bahasa anak, khususnya dalam keterlambatan bicara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan instrumen berupa wawancara, lembar observasi, serta dokumentasi perkembangan bahasa anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan orang tua dan terapis, serta dokumentasi terkait perkembangan bahasa anak lalu kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa anak yang terpapar screen time yang tinggi mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata dan menyusun kalimat, meskipun ada perkembangan dalam kemampuan berbicara sesudah mendapatkan terapi. Jenis konten yang dikonsumsi juga berpengaruh pada perkembangan bahasa, dengan paparan pada konten yang tidak sesuai usia memperburuk keterlambatan bicara pada anak. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa screen time berdampak negatif terhadap perkembangan bahasa anak, terutama pada kemampuan mengucapkan kata, menyusun kalimat, serta memahami bahasa. Kurangnya interaksi langsung dan konsumsi konten yang tidak sesuai usia turut memperburuk kondisi tersebut. Penelitian juga menemukan bahwa semakin lama durasi screen time, semakin tinggi tingkat keterlambatan bicara. Oleh karena itu, penelitian merekomendasikan pembatasan durasi layar, pemilihan konten yang tepat, dan peningkatan interaksi langsung untuk mendukung perkembangan bahasa anak.
References
Balqis Aura, 2024. (2024). Dampak durasi screen time gadget terhadap resiko speech delay studi kasus di bustanul athfal aisyiyah 01 batur banjarnegara 1. 16(November), 302–310.
Bercerita, M., & Tk, D. I. (2023). 766-Article Text-2807-1-10-20231213 (1). 4, 1–14.
Choi, E. J., King, G. K. C., & Duerden, E. G. (2023). Screen time in children and youth during the pandemic: A systematic review and meta-analysis. Global Pediatrics, 6(September), 100080. https://doi.org/10.1016/j.gpeds.2023.100080
Hafifah, N. (2022). Analisis Dampak Gadget Terhadap Perkembangan Bahasa Anak di Desa Kutabuloh Meukek Aceh Selatan. Aceh: Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, 1–60. https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/27462/1/Nada Hafifah, 180210017, FTK, PIAUD.pdf
Maulidya, A. R., Sa’dullah, A., & Lismanda, Y. F. (2019). Peningkatan kemampuan mengenal huruf vokal melalui media pohon huruf pada anak usia 3-4 tahun di kelompok bermain stroberi restu 1 malang. Dewantara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(2), 1–12.
Millah, A. S., Apriyani, Arobiah, D., Febriani, E. S., & Ramdhani, E. (2023). Analisis Data dalam Penelitian Tindakan Kelas. Jurnal Kreativitas Mahasiswa, 1(2), 140–153.
Mulia, H. S., Mulyadi, S., & Elan, E. (2024). Analisis Keterlambatan Bicara (Speech Delay) Pada Anak Usia Dini. JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education), 7(2), 272–279. https://doi.org/10.31537/jecie.v7i2.1292
Pradita, E. L., Kumala Dewi, A., Nasywa Tsuraya, N., & Fauziah, M. (2024). Peran Orang Tua dalam Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 5(1), 1238–1248. https://doi.org/10.54373/imeij.v5i1.883
Pratikno, H. (2024). Mengenal Gangguan Speech Delay pada Anak Usia Dini Menurut Kajian Psikolungustik. 47–50.
Purwanto, N. P., & Kunta Adjie, E. K. (2021). Korelasi Screen Time Terhadap Perkembangan Berbahasa Anak Usia 2-5 Tahun. Ebers Papyrus, 27(2), 66–74. https://doi.org/10.24912/ep.v27i2.16129
Republika, O. (n.d.). Dokter Sebut Paparan Gadget Berpotensi Bikin Anak Lambat Bicara. 1–6.
Sari, T. A. P., Novitawati, N., & Sulaiman, S. (2024). Pengaruh Interaksi Orang Tua: Screen Time terhadap Kemampuan Sosial Emosional dan Berbicara Anak Taman Kanak-Kanak. Journal of Education Research, 5(3), 3525–3535. https://doi.org/10.37985/jer.v5i3.1420
Sommer, I., Nußbaumer-Streit, B., & Gartlehner, G. (2021). WHO Guideline: Physical Activity, Sedentary Behavior and Sleep for Children under 5 Years of Age. In Gesundheitswesen (Vol. 83, Issue 7). https://doi.org/10.1055/a-1489-8049
Suryani & Yulianto, 2023. (2023). Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini Melalui Permainan Boneka Jari. Atthufulah : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(1), 1–6. https://doi.org/10.35316/atthufulah.v2i1.1742
Ungkap, M., & Dokter, A. (2025). News Nusaraya Tekno Otomotif Bola Lifestyle Tren Ads by Lestari Health Menkes Sebut Banyak Anak " Speech Delay " Gadget. 1–11.
Yuniarni, D., Halida, H., Amalia, A., Solichah, N., & Satwika, P. A. (2023). Pengembangan Buku Saku: Pendampingan Orang Tua untuk Optimalisasi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini di Era Digital. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(5), 5767–5778. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i5.5306
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.











