Sinergi Pendidikan Lintas Budaya dan Pendidikan Keagamaan Untuk Mencegah Konflik Masyarakat Plural di Kota Manokwari
DOI:
https://doi.org/10.53299/diksi.v6i4.3132Keywords:
Sinergi Pendidikan, Lintas Budaya, Pendidikan Keagamaan, Konflik, Masyarakat PluralAbstract
Pendidikan lintas budaya dan pendidikan keagamaan dapat berfungsi sebagai pilar preventif yang saling melengkapi: pendidikan lintas budaya membangun pemahaman identitas, penghargaan terhadap perbedaan, dan kompetensi dialog antar-kelompok sementara pendidikan keagamaan bila disajikan secara moderat dan berorientasi nilai kemanusiaan memperkuat nilai-nilai moral yang mendukung toleransi dan rekonsiliasi. Latar belakang ini didukung oleh bukti bahwa program pendidikan yang menekankan interaksi antarkelompok mengurangi prasangka dan permusuhan. Tujuan dari studi ini adalah mengeksplorasi mekanisme sinergis antara kedua pendekatan dan bagaimana integrasinya dapat menurunkan risiko konflik di komunitas majemuk. Metode yang digunakan meliputi telaah kebijakan dan literatur (termasuk pedoman UNESCO tentang pendidikan lintas budaya), analisis teori kontak antarkelompok, serta studi kualitatif melalui wawancara dengan pendidik, tokoh agama, dan peserta didik di sekolah SMP Negeri 3 manokwari serta beberapa komunitas. Hasilnya menunjukkan bahwa gabungan kurikulum yang mengintegrasikan perspektif multikultural, pengalaman kontak terstruktur antaragama, dan pengajaran nilai religius universal meningkatkan empati, keterampilan resolusi konflik, dan identitas kebangsaan inklusif. Temuan dari penelitian ini sejalan dengan teori kontak antarkelompok dan konsep multicultural education yang menekankan peran sekolah dalam mendorong keadilan sosial. Kesimpulannya, integrasi sistematis pendidikan lintas budaya dan pendidikan keagamaan dalam kurikulum, pelatihan guru, dan kebijakan dapat menjadi strategi efektif pencegahan konflik di masyarakat plural. Peran Pendidikan dalam Pencegahan Konflik, UNESCO menekankan bahwa pendidikan adalah alat penting dalam pencegahan konflik, karena melalui pendidikan bisa ditanamkan nilai pemahaman, toleransi, dan penghormatan terhadap keragaman.UNESCO menekankan bahwa sistem pendidikan harus mengembangkan sikap, nilai, dan kompetensi (knowledge, skills, attitudes) yang mendukung hidup berdampingan dalam masyarakat majemuk.
References
Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Asosiasi Psikiatri Amerika. (1994). Manual diagnostik dan statistik gangguan mental (Edisi ke-4). Washington, DC: Penulis.
Bandura, A. (1986). Landasan pemikiran dan tindakan sosial: Teori kognitif sosial. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Baxter, C. (1997). Kesetaraan ras dalam pelayanan kesehatan dan pendidikan. Philadelphia: Balliere Tindal.
Crespo, C. J. (1998). Pembaruan data nasional tentang asma. Makalah dipresentasikan pada Pertemuan Program Pendidikan dan Pencegahan Asma Nasional, Maret. New York: Springer.
Creswell, J. W. (2014). Desain penelitian: Kualitatif, kuantitatif, dan pendekatan metode campuran (Edisi ke-4). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Dunkin, M. J., & Biddle, B. J. (1974). Studi pengajaran. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Dunkin, M. J., Robert, B., & Biddle, B. J. (1974). Studi pengajaran. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Eiser, S., Redpath, A., & Roges, N. (1987). Hasil pengasuhan anak usia dini: Hal yang diketahui dan tidak diketahui. Dalam A. P. Kern & L. S. Maze (Eds.), Berpikir logis pada anak (hlm. 58–57). New York: Springer.
Grabill, C. M., & Kaslow, N. J. (1999). Satu ons pencegahan: Meningkatkan kesehatan mental anak di abad ke-21 [Tinjauan buku Handbook of Prevention with Children and Adolescents]. Jurnal Psikologi Klinis Anak, 1(28), 115–116.
Koch, S. (Ed.). (1959–1963). Psikologi: Sebuah studi sains (Vol. 1–6). New York: McGraw-Hill.
Kotler, P. (1997). Manajemen pemasaran: Analisis, perencanaan, implementasi (H. Teguh & R. A. Rusli, Penerjemah). Jakarta: Prehallindo.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Analisis data kualitatif: Buku sumber metode (Edisi ke-3). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Mitchell, T. R., & Larson, J. R. (1987). Orang-orang dalam organisasi: Sebuah pengantar perilaku organisasi (Edisi ke-3). New York: McGraw-Hill.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
NAACP. (1999). Seruan perintah presiden untuk menghentikan krisis kebrutalan polisi. Amerika: NCTM.
Ormrod, J. E. (2020). Pembelajaran manusia (Edisi ke-8). New York: Pearson.
Santrock, J. W. (2018). Psikologi pendidikan (Edisi ke-6). New York: McGraw-Hill Education.
Slavin, R. E. (2019). Psikologi pendidikan: Teori dan praktik (Edisi ke-13). Boston: Pearson Education.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Syarifuddin, S., Nusantara, T., Qohar, A., & Muksar, M. (2020). Proses berpikir siswa yang menghubungkan kuantitas dalam menyelesaikan masalah matematika kovariasi pada siswa SMA di Indonesia. Penelitian Pendidikan Partisipatif, 7(3), 59–78. https://doi.org/10.17275/per.20.35
Vygotsky, L. S. (1978). Pikiran dalam masyarakat: Perkembangan proses psikologis tingkat tinggi. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










