Membangun Fondasi Sains yang Kokoh: Telaah Literatur tentang Permasalahan Pemahaman Filsafat Sains di Kalangan Mahasiswa dan Siswa

Authors

  • Dinda Anggraeni Indah Lestari Universitas Jember
  • Putri Millati Azkiyah Universitas Jember
  • Asiyah Miftakhul Maghfiroh Universitas Jember
  • Wardah Alfiyul Universitas Jember
  • Kendid Mahmudi Universitas Jember
  • I Ketut Mahardika Universitas Jember
  • Habibah Khusna Baihaqi Universitas Jember

DOI:

https://doi.org/10.53299/diksi.v6i4.3173

Keywords:

Hakikat, Filsafat, Berpikir Kritis, Epistemologi

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemahaman peserta didik terhadap konsep hakikat sains dan filsafat sains serta keterkaitannya dengan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Telaah Literatur Sistematik (Systematic Literature Review/SLR). Data dikumpulkan dan disintesis dari studi-studi yang berfokus pada dampak pengajaran Filsafat Sains terhadap keterampilan kognitif tingkat tinggi peserta didik. Ditemukan bahwa pemahaman prinsip logika memungkinkan peserta didik menyusun argumen secara valid, menghindari kekeliruan penalaran, dan mengevaluasi premis dengan akurat. Secara spesifik, epistemologi membantu mereka menilai keabsahan informasi, membedakan fakta dan opini, serta mengevaluasi sumber pengetahuan secara rasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis memiliki hubungan yang kuat dengan kajian filsafat, terutama pada aspek logika, etika, epistemologi, ontologi, dan aksiologi. Peserta didik yang memahami prinsip logika mampu menyusun argumen secara valid, menghindari kekeliruan penalaran, dan mengevaluasi premis dengan tepat. Sementara itu, etika berkontribusi dalam membentuk kemampuan berpikir kritis yang bertanggung jawab melalui pertimbangan nilai moral dalam pengambilan keputusan. Epistemologi membantu peserta didik dalam menilai keabsahan informasi, membedakan fakta dan opini, serta mengevaluasi sumber pengetahuan secara rasional. Pembelajaran berbasis filsafat melalui masalah kontekstual, diskusi terbimbing, dan latihan analisis terbukti meningkatkan kemampuan analisis, evaluasi, deduksi, dan induksi. Temuan ini menegaskan bahwa filsafat memberikan landasan konseptual yang efektif dalam memperkuat pemahaman hakikat sains sekaligus meningkatkan kualitas penalaran peserta didik. Dengan demikian, integrasi filsafat dalam pembelajaran sains penting untuk membentuk karakter intelektual yang reflektif, rasional, dan bertanggung jawab.

References

Aini, S., & Syukur, M. (2024). Analisis peran filsafat pendidikan dalam pengembangan berpikir kritis dan kreatif mahasiswa. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 4(6), 2164–2174. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i6.15545

Az Zahra, N., Kamilah, S. D., Bisanti, U. K., Mahardika, I. K., Ernasari, E., & Handono, S. (2023). Filsafat sains sebagai perspektif terhadap pembelajaran fisika. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 9(5), 1085–1091. https://doi.org/10.36989/didaktik.v9i5.2055

Azizi, A., Rahmatiah, R., Sarjan, M., Hamidi, H., Rasyidi, M., Muttaqin, M. Z. H., Muliadi, A., Khery, Y., Fauzi, I., Yamin, M., Ardiansyah, B., & Sudirman, S. (2022). Filsafat pendidikan dalam pengembangan sains berbasis kearifan lokal. Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial, 1(3), 126–134. https://doi.org/10.55606/jhpis.v1i3.543

Buhera, R. (2025). Profil sikap ilmiah siswa SMP Muhammadiyah 1 Berbah pada pembelajaran IPA. CHARM SAINS: Jurnal Pendidikan Fisika, 6(1), 7–16. https://doi.org/10.30738/cspf.v6i1.885

Dani, S. M., & Salminawati. (2022). Perkembangan filsafat dan sains pada zaman Renaissance. JOSR: Journal of Social Research, 1(5), 328–333. https://doi.org/10.55927/josr.v1i5.918

Daulat, D., Saragih, E., Ansyah, R., & Salminawati, S. (2024). Sejarah perkembangan filsafat dan sains pada zaman Renaissance modern. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 2821–2826. https://doi.org/10.31004/jptam.v8i1.12806

Faisal, Jumarlina, Kartina, & Akmir. (2024). Hakikat peserta didik. JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendikia, 1(6). 1–10. https://doi.org/10.59581/jiic-widyakarya.v1i6.3571

Gunawan, H., Fitrisia, A., & Fatimah, S. (2025). Filsafat ilmu untuk penguatan pendidikan sains berbasis lingkungan di Kabupaten Kerinci. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 15748–15754. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.28063

Hasanah, A., Anggraini, A. E., & Suciptaningsih, O. A. (2024). Analisis filsafat dalam proses berpikir kritis pada peserta didik. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(6), 6666–6681. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i6.7736

Istikhomah, R. I., & Wachid, A. B. S. (2021). Filsafat sebagai landasan ilmu dalam pengembangan sains. Jurnal Filsafat Indonesia, 4(1), 59–64. https://doi.org/10.23887/jfi.v4i1.31192

Junaedy, A. G., Majid, I. A., Sutarno, & Mahardika, I. K. (2023). Kajian etika keilmuan dalam filsafat sains. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(17), 133–141. https://doi.org/10.5281/zenodo.8289170

Nurkamilah, S., Sopandi, W., Riyani, H., Meristin, A., & Marwah, A. (2025). Potret pemahaman guru dan siswa terhadap hakikat ilmu pengetahuan alam di era pembelajaran abad ke-21. Jurnal Pendidikan Indonesia (JPI): Jurnal Ilmiah Pendidikan, 11(1). https://doi.org/10.20961/jpiuns.v11i1.109920

Octaviana, D. R., & Ramadhani, R. A. (2021). Hakikat manusia: Pengetahuan (knowledge), ilmu pengetahuan (sains), filsafat dan agama. Jurnal Tawadhu, 5(2), 143–159. https://doi.org/10.52802/twd.v5i2.235

Pratiwi, U., Karneli, Y., & Marsidin, S. (2024). Pemahaman mendasar tentang hakekat ilmu dalam tinjauan filsafat: Ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Jurnal Pendidikan Siber Nusantara, 2(2), 74–80. https://doi.org/10.38035/jpsn.v2i2.170

Rahman, Z. D., Sarmain, S., Al Faqih, S., Fauzi, A., & Hidayat, W. (2024). Menggali arti, makna, dan hakikat filsafat ilmu: Relevansi epistemologi dalam dinamika pengetahuan modern. Jurnal Manajemen Pendidikan, 9(3), 477–486. https://doi.org/10.34125/jmp.v9i3.359

Ramdhani, A. F., Zaqiyah, N., Hamid, A. L., Anisa, M., Ernasari, E., Mahardika, I. K., & Handono, S. (2024). Hakikat dan fungsi sains dalam membangun pendidikan di abad 21. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(10), 48–53. https://doi.org/10.5281/zenodo.11314666

Selviani, A. M., Pahrudin, A., & Rahmi, S. (2025). Pengembangan kurikulum abad 21 pada pendidikan dasar: Menelaah hakikat, prinsip, dan landasan filosofis di era digital. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2), 500–511. https://doi.org/10.31316/pendas.v10i2.7303

Sudirman, S., Sarjan, M., Rokhmat, J., Hamidi, H., Muliadi, A., Azizi, A., Fauzi, I., Yamin, M., Muttaqin, M. Z. H., Rasyidi, M., Ardiansyah, B., Khery, Y., & Rahmatiah, R. (2022). Praktik penilaian guru pendidikan sains antara keyakinan atau pengetahuan guru? Perspektif filsafat. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(3c), 2018–2025. https://doi.org/10.29303/jipp.v7i3c.889

Verawati, N. N. S. P., & Sarjan, M. (2023). Tinjauan filsafat (aksiologi) pendidikan sains masa depan berbasis teknologi. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(4), 2381–2387. https://doi.org/10.29303/jipp.v8i4.1650

Wahyudi, A., Ariyani, Y. D., Rochaendi, E., & Apriyanti. (2021). Posisi keterampilan berpikir kritis dan keterampilan berpikir kreatif dalam pendidikan sains. Jurnal Zarah, 9(1), 8–14. https://doi.org/10.31629/zarah.v9i1.3093

Downloads

Published

2025-12-30