DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi
<p style="text-align: justify;"><strong>DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial, </strong><strong>Terkareditasi Sinta 5</strong>, dengan e-ISSN: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20211211351250318" target="_blank" rel="noopener"><strong>2809-3593</strong></a> dan p-ISSN: <strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20211211551224103" target="_blank" rel="noopener">2809-3585</a></strong> merupakan jurnal yang menerbitkan hasil penelitian dan pemikiran pada bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Kajian dibidang pendidikan antara lain, kebijakan-kebijakan pendidikan, implementasi pendidikan di satuan pendidikan, proses pembelajaran, dan kajian lainnya keterkaitannya dengan pendidikan. Kemudian kajian dibidang sosial kemasyarakatan diantaranya, kehidupan masayarakat lokal suatu daerah, perkembangan jaman terhadap perubahan tingkah laku masayarakat, dan kajian-kajian lainnya terkait kehidupan sosial masyarakat. Jurnal Diksi di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bima Berilmu dan mulai tahun 2025 akan terbit 4 kali dalam setahun (Maret, Juni, September, dan Desember).</p>Yayasan Pendidikan Bima Berilmuen-USDIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial2809-3585Penggunaan Teknologi Sebagai Alat Bantu Dalam Proses Pembelajaran di SDN Libunio
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2490
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan teknologi pendidikan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran di SDN Libunio. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi selama 14 hari. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan teknologi seperti proyektor, laptop, video pembelajaran, dan aplikasi edukatif digital telah memberikan dampak positif terhadap proses belajar mengajar. Siswa lebih menjadi efektif, antusias, dan mudah memahami materi yang di sampaikan, terutama dalam mata pelajaran seperti matematika dan sains. Guru juga merasa terbantu dalam menyederhanakan penyampaian materi yang kompleks. Namun, implementasi teknologi pendidikan dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti keterbatasan pelatihan teknis bagi guru, infrastruktur yang belum memadai, serta koneksi internet yang tidak stabil. Dengan demikian, agar penggunaan teknologi dapat berjalan optimal dan berkelanjutan, diperlukan pelatihan guru secara berkala serta peningkatan fasilitas dan infrastruktur teknologi pendidikan memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran jika didukung oleh kesiapan sumber daya dan sarana yang memadai.</p>Maria Restituta RepuMaria Jesica Soy WasoAnselmus Fegi SaputraYeremias RemboErmelinda Yosefa Awe
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-10-092025-10-096460160810.53299/diksi.v6i4.2490Budaya 3S (Senyum, Salam, dan Sapa) Dalam Membangun Budaya Positif Warga Sekolah di SDN Boameze
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2473
<p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan budaya 3S (Senyum, Salam, dan Sapa) dalam membangun budaya positif warga sekolah di SDN Boameze serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, 4 guru, serta 20 siswa, dan pelaksanaan dilakukan selama kegiatan PLP 1 dalam kurun waktu 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya 3S telah menjadi kebiasaan harian yang berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter siswa, khususnya dalam meningkatkan kedisiplinan, kesopanan, dan membangun hubungan yang akrab antarwarga sekolah. Penerapan budaya 3S juga menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, kondusif, serta mendorong interaksi hangat dan rasa saling menghargai. Faktor pendukung pelaksanaan budaya ini adalah komitmen guru sebagai teladan, dukungan kepala sekolah, serta lingkungan sekolah yang mendorong keterbukaan. Namun demikian, masih terdapat hambatan berupa inkonsistensi sebagian siswa dalam menerapkan 3S, serta kurangnya pengawasan berkelanjutan dalam setiap aktivitas sekolah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan budaya 3S efektif dalam membangun budaya positif dan karakter siswa, meskipun diperlukan penguatan pengawasan dan pendampingan agar budaya ini dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.</p>Fiktoria Nau BhaghiMaria Elisabeth Mau GabaMaria Yulita MoiTheresita EnoErmelinda Yosefa Awe
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-10-092025-10-096460961410.53299/diksi.v6i4.2473Evaluasi Kualitas Sistem Informasi Akademik Menggunakan Metode System Usability Scale di SMK Negeri 2 Sangatta Utara
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2426
<p>Penelitian ini bertujuan mengukur seberapa baik sistem informasi akademik yang digunakan di SMK Negeri 2 Sangatta Utara. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan metode System Usability Scale (SUS). Sistem informasi akademik ini berperan penting dalam membantu mengurus berbagai kegiatan pendidikan, seperti mendaftarkan siswa, memberi nilai, serta membuat laporan akademik. Namun, kemudahan penggunaan dan tingkat kepuasan pengguna sangat memengaruhi efektivitas sistem tersebut. Dengan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui pemberian kuesioner SUS kepada pengguna sistem, yaitu guru dan staf administrasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sistem informasi akademik yang digunakan berada dalam kategori marginal, sehingga perlu ditingkatkan agar lebih mudah digunakan, dengan skor SUS rata-rata sebesar 51.344, temuan ini memberikan gambaran yang jelas tentang tingkat kemudahan penggunaan sistem. Hasil ini menjadi dasar untuk memberikan saran pengembangan selanjutnya agar sistem lebih efisien dan nyaman digunakan di lingkungan sekolah.</p>Titik HariyantiOkta Usrifatin IlmaRamadiani Ramadiani
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-10-092025-10-096461562210.53299/diksi.v6i4.2426Pengaruh Model Learning Cycle 5E Terhadap Kemampuan Kolaborasi Fase F Pada Materi Sistem Reproduksi
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2386
<p>Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model <em>Learning Cycle 5E</em> dalam meningkatkan kemampuan kolaborasi siswa selama proses pembelajaran materi sistem reproduksi. Metode penelitian yang diterapkan adalah eksperimen dengan desain kelompok kontrol hanya posttest (<em>posttest-only control group design</em>). Studi ini melibatkan siswa kelas XI MAN 2 Solok Selatan sebagai populasi. Sampel dipilih secara <em>purposive</em>, yakni kelas XI.1 menjadi kelompok eksperimen dan XI.2 menjadi kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa lembar observasi yang telah melalui proses validasi dan terbukti memiliki tingkat reliabilitas yang memadai. Analisis data dari penelitian ini menggunakan <em>independent sample t-test</em>. Temuan pada penelitian mengungkapkan bahwa kemampuan kolaborasi siswa di kelas eksperimen (rata-rata 95,35) secara signifikan lebih besar dibandingkan dengan kelas kontrol (rata-rata 69,58), diperlihatkan dengan nilai signifikansi senilai 0,000 (p < 0,05). Dengan ini disimpulkan bahwa penggunaan model <em>Learning Cycle 5E</em> berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap pengembangan kemampuan kolaborasi siswa dalam pembelajaran sistem reproduksi.</p>Rahmi Novia SaputriHeffi Alberida
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-10-092025-10-096462363410.53299/diksi.v6i4.2386Pengaruh Media Gambar Seri Terhadap Keterampilan Menulis Cerita Dongeng Siswa Kelas III di SDN 29 Singkawang
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2170
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis siswa kelas III di SDN 29 Singkawang, khususnya dalam menulis cerita dongeng. Berdasarkan hasil observasi, siswa mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide, menyusun alur cerita, serta menggunakan ejaan, tanda baca, dan huruf kapital secara tepat. Selain itu, media pembelajaran yang digunakan guru masih kurang bervariasi, sehingga siswa kurang termotivasi dalam kegiatan menulis. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis adalah melalui media gambar seri. Masalah utama dalam penelitian ini adalah Keterampilan menulis cerita dongeng masih rendah, Media gambar seri yang kreatif belum digunakan dalam pembelajaran menulis cerita dongeng, Siswa kesulitan dalam menentukan ide pokok dan mengembangkannya jadi cerita dongeng. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>Quasi Experiment</em> dengan desain <em>the nonequivalent posttest-Only control grup design</em>. Subjek penelitian berjumlah 37 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis sebelum dan sesudah penggunaan media gambar seri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata keterampilan menulis siswa meningkat dari 60 menjadi 70,2 setelah perlakuan. Hasil uji t menunjukkan nilai T<sub>hitung</sub> sebesar 4,441 lebih besar dari T<sub>tabel </sub>2,030 dengan signifikansi 5%, yang Secara praktis, Penggunaan media gambar seri terbukti meningkatkan kemampuan menulis siswa dengan membantu menuangkan ide secara runtut dan menarik berarti terdapat pengaruh yang signifikan. Selain itu, nilai Effect Size sebesar 1,46 termasuk dalam kategori besar, yang menandakan media gambar seri memberikan pengaruh kuat terhadap keterampilan menulis siswa. Dengan demikian, media gambar seri efektif digunakan sebagai alternatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan menulis cerita dongeng secara kreatif dan terstruktur.</p>Siti Aysah PaneZulfahita ZulfahitaAbd. Basiht
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-10-092025-10-096463564410.53299/diksi.v6i4.2170Persepsi Siswa terhadap Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, dan Pengawasan (POAC) Kegiatan Sekolah di SMA Negeri 4 Denpasar
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2442
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan siswa terhadap penerapan fungsi manajemen POAC <em>(Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling)</em> dalam kegiatan sekolah di SMA Negeri 4 Denpasar. POAC merupakan pendekatan manajemen yang digunakan untuk merancang, mengatur, menggerakkan, dan mengawasi seluruh proses pelaksanaan kegiatan secara efektif dan efisien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap siswa dan observasi langsung terhadap kegiatan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memahami fungsi perencanaan dan pelaksanaan, namun masih kurang terlibat secara aktif dalam proses pengorganisasian dan pengawasan. Kegiatan sekolah umumnya terstruktur, namun keterlibatan siswa dalam proses manajerial masih bersifat formalitas. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan partisipasi aktif siswa agar fungsi POAC tidak hanya dijalankan oleh guru atau pembina, tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran manajemen yang aplikatif bagi siswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah dalam meningkatkan efektivitas kegiatan dengan melibatkan siswa secara menyeluruh dalam proses manajerial.</p>Ahmad HabiburrahmanNadiatus SarifahAditama MulyadiAhmad Sabila RosadaMuhammad Faizal AmriAhmad Ta’rifin
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-10-152025-10-156464565210.53299/diksi.v6i4.2442Penerapan Model Cooperative Script Terhadap Keterampilan Menyimak Cerpen Siswa Kelas V SDN 4 Singkawang
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2169
<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak cerita pendek siswa kelas 5 di SDN 4 Singkawang dengan menerapkan Model Coopertaive Script Berdasarkan pengamatan dan wawancara dengan guru, ditemukan bahwa siswa memiliki kemampuan menyimak yang kurang, ditandai dengan kurangnya konsentrasi, rendahnya kepercayaan diri saat menjawab pertanyaan, dan hasil belajar yang tidak memenuhi KKTP. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain pra-eksperimental, satu kelompok, pra-tes/pasca-tes. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas 5. Data dikumpulkan menggunakan instrumen pretest dan posttest dan lembar observasi kegiatan pembelajaran siswa Hasil menunjukkan sebagai berikut: Rata-rata skor keterampilan mendengarkan meningkat dari kategori ‘cukup’ menjadi ‘sangat baik’ setelah penerapan Model Coopertaive Script, dengan rata-rata skor post-test sebesar 85,33. Siswa aktif selama proses belajar dan terlibat secara positif. Hasil uji t sampel berpasangan menunjukkan bahwa tcount > ttable (9,893 > 2,093) pada tingkat signifikansi 0,05, menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam keterampilan menyimak siswa setelah model diterapkan. Dengan demikian, model <em>Cooperative Script</em> terbukti efektif dalam pembelajaran keterampilan menyimak cerpen siswa.</p>Celinda CelindaZulfahita ZulfahitaGunta Wirawan
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-10-192025-10-196465365910.53299/diksi.v6i4.2169Meningkatkan Kemampuan Membilang melalui Media Roulette Bagi Disabilitas Intelektual Ringan Fase A (Penelitian Tindakan Kelas II di SLB Al-Azhar Bukittinggi)
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2826
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi proses pembelajaran konsep penghitungan melalui pemanfaatan media Roulette, sekaligus memverifikasi efektivitas media tersebut dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Luar Biasa (SLB) Al-Azhar Bukittinggi. Metode yang diterapkan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas II di SLB Al-Azhar Bukittinggi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus mencakup empat sesi pertemuan, dengan setiap siklus melibatkan tahapan-tahapan sistematis, yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, serta refleksi. Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Hal ini terbukti melalui peningkatan skor persentase sebelum dan sesudah intervensi pembelajaran. Pada tahap pra-tindakan, siswa ZZ mencapai skor 36%, sementara siswa MA memperoleh skor 10%. Setelah penerapan media Roulette pada siklus I di sesi keempat, skor siswa ZZ meningkat menjadi 68%, dan skor siswa MA menjadi 59%. Selanjutnya, pada siklus II di sesi keempat, terdapat peningkatan lebih lanjut, di mana siswa ZZ mencapai skor akhir 95%, dan siswa MA mencapai 90,9%. Berdasarkan hasil analisis penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan media Roulette memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan penghitungan pada siswa dengan disabilitas intelektual ringan fase A.</p>Wisbahanum WisbahanumZulmiyetri Zulmiyetri
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-10-222025-10-226466066610.53299/diksi.v6i4.2826Meningkatkan Kemampuan Berwudhu melalui Media Pop Up Book pada Anak Disabilitas Intelektual Ringan
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2853
<p>Kemampuan berwudhu yang rendah pada tiga orang siswa penyandang disabilitas intelektual ringan di kelas VI/C SLBN 2 Padang. Proses.pembelajaran yang sebelumnya menggunakan metode ceramah dan demonstrasi langsung tanpa media pembelajaran membuat siswa sulit memahami..materi dengan baik. Tujuan.penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berwudhu siswa menggunakan media <em>Pop Up book</em>. Pendekatan penelitian yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan.Kelas (PTK) yang berlangsung dalam.dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat langkah, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah tiga siswa disabilitas intelektual ringan. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya kemajuan yang signifikan. Pada tahap awal, nilai yang diraih siswa V, AS, dan A secara berurutan adalah 53%, 46%, dan 40%. Setelah pelaksanaan Siklus pertama, nilai siswa mengalami sedikit peningkatan. Namun, setelah Siklus dua dilaksanakan, terjadi lonjakan yang pesat dengan perolehan nilai akhir V sebesar 92,30%, AS sebesar 89,74%, dan A sebesar 87,17%. Semua siswa berhasil melebihi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 80. Dari Hasil tersebut, penggunaan media <em>Pop Up book </em>sangat.efektif untuk meningkatkan kemampuan berwudhu pada siswa dengan disabilitas intelektual ringan.</p>Mutiara Nursukma A.Setia Budi
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-10-272025-10-276466767410.53299/diksi.v6i4.2853Pengembangan Ular Tangga Numerasi Dasar sebagai Media Pembelajaran Matematika Siswa Kelas III SDN Sie
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2420
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan ular tangga numerasi dasar sebagai media pembelajaran matematika siswa kelas III SDN Sie. Penelitian ini dirancang menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (<em>Research and Development</em>) model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Uji kelayakan produk dilakukan dengan validasi pada 3 Ahli Media dan 3 Ahli Materi. Hasil penelitian menunjukkan media ular tangga numerasi dasar yang dikembangkan menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) terbukti layak, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman numerasi dasar siswa kelas III SDN Sie. Validasi ahli materi memperoleh skor 92% dan ahli media 88% (kategori sangat layak). Penggunaan media ular tangga numerasi dasar mampu meningkatkan rata-rata nilai siswa dari 43,5 pada pretest menjadi 78,5 pada posttest, dengan peningkatan rata-rata sebesar 35 poin (80,5%). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap operasi hitung dasar, termasuk penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.</p>Islahul MuktakinSyarifudin SyarifudinNurrahmah NurrahmahAbd. HarisAhyar AhyarArif Rahman Hakim
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-11-032025-11-036467568210.53299/diksi.v6i4.2420Faktor Sosial Budaya Terhadap Perkembangan Radikalisme dan Intoleransi : Literature Review
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2430
<p>Radikalisme dan intoleransi merupakan fenomena yang saling terkait dan menjadi ancaman yang serius bagi keutuhan bangsa. Namun, di balik fenomena tersebut terdapat faktor-faktor sosial dan budaya yang turut berperan penting dalam membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat terhadap keberagaman. Studi literatur ini bertujuan untuk meninjau berbagai penelitian yang terkait dengan radikalisme dan intoleransi, khususnya tentang faktor sosial budaya terhadap perkembangan radikalisme dan intoleransi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literature terhadap 10 literatur terkait. Teknik analisis data didasarkan pada model Miles dan Huberman. Kajian ini mencakup analisis terhadap metode, hasil, dan efektivitas berbagai faktor budaya sosial di masyarakat terhadap radikalisme dan intoleransi. Hasil dari tinjauan menunjukkan bahwa faktor sosial budaya memberi pengaruh dalam mencegah radikalisme dan intoleransi. Kesimpulan yang didapat bahwasannya faktor sosial budaya terhadap perkembangan radikalisme dan intoleransi merupakan faktor yang bisa mendukung serta mencegah adanya radikalisme dan intoleransi dalam membentuk pola pikir dan perilaku masyarakat. Faktor sosial budaya memiliki kelebihan dalam membantu mencegah radikalisme dan intoleransi dengan cara mempromosikan sikap empati yang tinggi pada masyarakat.</p>Dewi Masriah Desi AryaniDesi Aryani
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-11-082025-11-086468369110.53299/diksi.v6i4.2430Problematika Literasi Digital Siswa SMP Negeri 2 Tabanan dalam Penggunaan Media Sosial untuk Pembelajaran
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2976
<p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara belajar siswa di abad ke-21. Media sosial seperti YouTube, TikTok, dan Instagram kini menjadi bagian penting dari aktivitas belajar, namun juga menimbulkan berbagai tantangan terhadap kemampuan literasi digital siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat literasi digital siswa SMP Negeri 2 Tabanan, mengidentifikasi problematika dalam penggunaan media sosial untuk pembelajaran, serta menganalisis peran guru dan sekolah dalam membimbing siswa agar bermedia sosial secara produktif dan etis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam terhadap guru, peserta didik, dan kepala sekolah, dokumentasi, dan angket terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital siswa masih berada pada tingkat dasar hingga menengah. Siswa telah mampu menggunakan media sosial untuk mengakses informasi, tetapi belum memiliki kemampuan kritis dalam mengevaluasi sumber dan memahami etika digital. Problematika utama meliputi distraksi digital, minimnya bimbingan guru, serta belum adanya kebijakan sekolah yang mengatur etika bermedia. Upaya guru dan sekolah masih bersifat reaktif, namun terdapat kesadaran untuk mulai membangun ekosistem pembelajaran digital yang sehat. Penelitian ini menegaskan perlunya strategi literasi digital yang terintegrasi antara aspek kognitif, sosial, dan etis melalui kolaborasi antara guru, sekolah, siswa, dan orang tua guna menciptakan budaya digital yang reflektif dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah menengah.</p>Putu Nurcita ParamitasariI Kadek Arya AntaraI Nyoman Agus TriwijayaBasilius Redan Werang
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-11-272025-11-276469270310.53299/diksi.v6i4.2976Transformasi Pembelajaran PJOK Melalui Inovasi Peran Mahasiswa Kampus Mengajar di Sekolah Dasar
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2972
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang diterapkan oleh mahasiswa Kampus Mengajar dan dampaknya terhadap motivasi serta partisipasi siswa di UPT SPF SDN 67 Rappokalling. Keterbatasan guru PJOK khusus di sekolah dasar menjadi tantangan yang menghambat optimalisasi pembelajaran, sehingga kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membawa inovasi dan transformasi iklim belajar PJOK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian meliputi sembilan mahasiswa, seluruh siswa kelas 1-6, guru kelas, dan kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur, angket motivasi dan partisipasi, serta dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa berhasil menerapkan tiga inovasi utama, yaitu pendekatan personal dengan mengidentifikasi minat siswa, pembelajaran berbasis permainan (sepak bola dan bola voli), serta refleksi pembelajaran melalui games edukatif. Inovasi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar siswa, di mana PJOK menjadi mata pelajaran yang paling ditunggu dan terjadi transformasi persepsi siswa terhadap PJOK. Partisipasi aktif siswa juga meningkat, ditandai dengan tingkat kehadiran yang lebih tinggi, keterlibatan aktif dalam kegiatan fisik, munculnya inisiatif berolahraga di luar jam pelajaran, serta peningkatan kolaborasi dan interaksi sosial antar siswa. Tanggapan positif dari guru dan kepala sekolah memperkuat efektivitas program ini dalam menciptakan iklim belajar PJOK yang holistik dan bermakna bagi pengembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa.</p>M. Said ZainuddinAdam MappaompoAhmad Zakaria
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-11-302025-11-306470471810.53299/diksi.v6i4.2972Tantangan Manajemen Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dalam Menjaga Integritas Akademik Pada Pelaksanaan Ujian Daring
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2838
<p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, terutama melalui penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang kini menjadi metode utama dalam proses belajar mengajar. Namun, di balik kemudahannya, PJJ menghadirkan tantangan serius dalam menjaga integritas akademik, khususnya saat pelaksanaan ujian daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan manajemen PJJ dalam mempertahankan kejujuran akademik serta mengidentifikasi strategi yang diterapkan oleh institusi pendidikan untuk mengatasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, dengan menelaah berbagai literatur relevan yang membahas aspek teknologi, manajemen pendidikan, dan etika akademik. Hasil analisis menunjukkan bahwa tantangan utama dalam ujian daring meliputi meningkatnya potensi kecurangan, keterbatasan pengawasan langsung, gangguan teknis, dan rendahnya kesadaran peserta didik terhadap pentingnya integritas akademik. Selain itu, lemahnya kebijakan internal dan ketimpangan akses teknologi turut memperburuk kondisi tersebut. Untuk menghadapi tantangan ini, institusi pendidikan mengembangkan berbagai strategi, seperti penggunaan teknologi proctoring, penerapan soal acak dan esai analitis, sistem verifikasi identitas peserta, serta pembinaan etika akademik melalui edukasi moral. Pendekatan humanis yang menekankan pembentukan karakter dan kesadaran nilai kejujuran terbukti lebih efektif dalam jangka panjang dibandingkan sanksi semata. Kesimpulannya, keberhasilan menjaga integritas akademik dalam PJJ memerlukan sinergi antara aspek teknologi, kebijakan, dan nilai moral. Kolaborasi antara pengajar, peserta didik, dan lembaga pendidikan menjadi kunci untuk menciptakan sistem evaluasi yang adil, jujur, dan berkualitas di era digital.</p>Edrico Arya UtamaRachma Putri Kasimbara
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-012025-12-016471972910.53299/diksi.v6i4.2838Efektivitas Program Pendidikan Karakter dalam Membangun Sikap Positif Siswa di SMP Negeri 1 Telaga Biru
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3058
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program pendidikan karakter dalam membentuk sikap positif siswa di SMP Negeri 1 Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Latar belakang penelitian berangkat dari fenomena rendahnya karakter positif siswa seperti kurang disiplin, perilaku tidak jujur, rendahnya kesadaran beribadah, serta kurangnya kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan terdiri dari guru kesiswaan, guru BK, guru mata pelajaran, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan karakter di sekolah telah berjalan melalui kegiatan rutin, pembiasaan, keteladanan guru, serta penegakan tata tertib sekolah, namun efektivitasnya belum maksimal. Beberapa hambatan ditemukan seperti rendahnya motivasi siswa, kurangnya dukungan lingkungan keluarga, pengaruh pergaulan, serta inkonsistensi dalam pelaksanaan aturan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan karakter membutuhkan sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan sosial. Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi pembiasaan, peningkatan peran guru sebagai teladan, serta kolaborasi lebih intensif antara sekolah dan orang tua dalam membentuk sikap positif siswa.</p>Rini NopoMeyko PanigoroRierind KoniyoSudirman SudirmanArdiansyah Ardiansyah
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-022025-12-026473073710.53299/diksi.v6i4.3058Kesenjangan Sosial antara Kelompok Kaya dan Miskin dalam Akses Pendidikan di Bojongsari Kota Depok
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2911
<p>Kesenjangan sosial antara kelompok kaya dan miskin merupakan permasalahan yang masih nyata di berbagai daerah, termasuk di Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Salah satu aspek paling terasa dari kesenjangan tersebut adalah dalam bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan akses pendidikan antara kelompok masyarakat kaya dan miskin di wilayah Bojongsari serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke atas memiliki akses yang lebih baik terhadap fasilitas pendidikan, kualitas sekolah, serta dukungan belajar seperti les privat dan perangkat teknologi. Sementara itu, kelompok masyarakat miskin sering menghadapi kendala ekonomi, keterbatasan sarana belajar, dan kurangnya dukungan orang tua terhadap pendidikan anak. Kesenjangan ini berdampak pada rendahnya kualitas sumber daya manusia di kalangan masyarakat kurang mampu. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta masyarakat dalam menciptakan pemerataan akses pendidikan melalui program beasiswa, peningkatan fasilitas sekolah negeri, dan dukungan sosial bagi keluarga miskin. Upaya kolaboratif tersebut diharapkan mampu mengurangi kesenjangan sosial dan mewujudkan pendidikan yang inklusif di Bojongsari, Kota Depok</p>Anindah Sipa LestariNaila AzzahraMuhammad FaturohmanM. Fadhil Al-MunawwarArif Saefudin
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-032025-12-036473874510.53299/diksi.v6i4.2911Epistemologi Visual dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX: Peran Gambar Sebagai Sumber Pengetahuan dan Stimulus Kognitif dalam Menulis Teks Rekon
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3022
<p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam peran gambar (foto perjalanan wisata) sebagai sumber pengetahuan (epistemologi visual) dan pemicu proses berpikir (stimulus kognitif) dalam pembelajaran menulis Teks Rekon pada murid kelas IX MTs. Ma’arif Sidomukti. Menyadari kompleksitas keterampilan menulis dan perlunya penguasaan aspek kronologis pada teks rekon, penelitian ini berupaya memberikan panduan praktis bagi guru. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, serta analisis dokumen (hasil tulisan murid). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambar terbukti berfungsi sebagai basis data epistemologis yang konkret, menyediakan detail sensorik (waktu, suasana, emosi) yang penting dan sulit diperoleh dari instruksi verbal, sehingga memungkinkan murid mengkonstruksi elemen 5W+1H yang valid untuk narasi rekon. Secara kognitif, gambar berperan sebagai "peta kognitif" yang mengurangi beban memori kerja. Pengamatan urutan gambar secara efektif menstimulasi fungsi perencanaan dan pengorganisasian kognitif, membantu murid secara otomatis menyusun ide sesuai struktur kronologis teks rekon (Orientasi, Urutan Peristiwa, Reorientasi) serta meningkatkan kekayaan kosakata deskriptif mereka. Simpulan menunjukkan bahwa desain pembelajaran berbasis gambar tidak hanya meningkatkan kualitas isi (kekayaan detail) dan struktur teks rekon, tetapi juga menumbuhkan motivasi dan literasi visual murid.</p>Lukman HakimAnas Ahmadi
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-032025-12-036474675610.53299/diksi.v6i4.3022Tantangan Implementasi Pembelajaran Mendalam sebagai Pendekatan dalam Kurikulum Merdeka
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3030
<p>Kurikulum Merdeka disusun untuk memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan dan guru dalam merancang pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif, untuk mewujudkan karakter siswa yang menunjukkan profil pelajar pancasila. Sementara itu, pendekatan pembelajaran mendalam diperkenalkan tahun 2025 sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui prinsip pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Studi ini menggunakan metode kajian literatur untuk mengidentifikasi tantangan implementasi kurikulum merdeka dan pendekatan pembelajaran mendalam. Hasil kajian menunjukkan secara konseptual pembelajaran mendalam dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan sesuai dengan kebutuhan abad ke-21, namun implementasinya di lapangan menghadapi kendala dan tantangan seperti ketidaksiapan sistem, kurangnya pelatihan guru, keterbatasan sarana-prasarana, serta kesulitan evaluasi belajar. Keberhasilan kebijakan yang diambil bergantung sepenuhnya pada adanya sinergi yang kuat antara pemerintah, institusi pendidikan, dan tenaga pendidik. Sinergi ini diwujudkan melalui peningkatan kapasitas pelatihan yang berkelanjutan dan penyediaan fasilitas yang memadai agar tujuan pendidikan nasional dapat tercapai secara optimal.</p>A. A. Jayanti ParamitaKomang Budi ArianiNi Putu Diah MahadewiBasilius Redan Werang
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-042025-12-046475776910.53299/diksi.v6i4.3030Analisis Respon Siswa terhadap Pembelajaran Materi Sel pada Mata Pelajaran IPA di SMP Negeri 1 Mumbulsari
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2990
<p>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana tanggapan siswa terhadap pembelajaran materi sel dalam pelajaran IPA di SMP Negeri 1 Mumbulsari, Kabupaten Jember. Materi sel dipilih karena merupakan bagian penting dari biologi, tetapi sulit dipahami tanpa bantuan media yang dapat memperjelas konsepnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan cara menyebarkan angket kepada 26 siswa kelas VIII B. Angket tersebut berisi empat aspek utama, yaitu minat dan motivasi belajar, pemahaman terhadap materi, metode serta media pembelajaran, dan sikap siswa terhadap pelajaran IPA. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk untuk melihat sebaran tanggapan siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki minat dan motivasi yang tinggi serta cukup memahami materi sel. Namun, beberapa siswa masih kesulitan karena kurangnya media yang membantu visualisasi konsep. Secara umum, siswa memberikan respon positif terhadap cara guru mengajar dan media yang digunakan. Disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran yang lebih interaktif, seperti model 3D dan animasi digital, dapat membantu siswa memahami konsep sel dengan lebih mudah.</p>Phalosa Dea AzhuraDa’ima Jannatul FirdausReivena Ahsana NadiaNur Afni Octaviana PutriQurrota AyuninaIka Dewi Sumiati
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-042025-12-046477077810.53299/diksi.v6i4.2990Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah dalam Menyelesaikan Soal Non Rutin Ditinjau dari Disposisi Matematis dan Kecemasan Matematis
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3158
<p>Penelitian ini membahas kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP pada soal non-rutin dengan menyoroti peran disposisi matematis dan kecemasan matematis. Penelitian dilakukan pada 30 siswa kelas VIII SMP Negeri 24 Kota Bengkulu tahun ajaran 2024/2025 dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dipilih melalui teknik purposive sampling karena dianggap relevan dengan materi Teorema Pythagoras dan proses pemecahan masalah. Data dikumpulkan melalui tes pemecahan masalah berbasis langkah Polya, angket disposisi matematis, dan angket kecemasan matematis. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan skor ke dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah menggunakan rata-rata dan standar deviasi sebagai acuan. Hasil kategorisasi disposisi dan kecemasan kemudian dipadukan untuk membentuk beberapa profil siswa sehingga pola hubungan keduanya terhadap kemampuan pemecahan masalah dapat terlihat lebih jelas. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori pemecahan masalah sedang. Siswa dengan disposisi matematis tinggi cenderung lebih percaya diri, fleksibel, dan mampu mencoba berbagai strategi, sedangkan siswa dengan disposisi rendah tampak lebih pasif dan mudah kehilangan arah. Di sisi lain, kecemasan matematis yang tinggi membuat siswa kurang teliti, terburu-buru, dan kesulitan berpikir jernih. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa disposisi matematis yang positif dapat membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, sementara kecemasan yang berlebihan menjadi faktor yang menghambat proses berpikir siswa.</p>Kasi YatiFatrima Santri Syafri
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-092025-12-096477979610.53299/diksi.v6i4.3158Analisis Kesulitan Membaca pada Siswa Kelas IV SD IT Ridhotullah
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3162
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis kesulitan membaca spesifik yang dialami siswa kelas IV di SD IT Ridhotullah dengan fokus pada pola kesalahan dominan dalam aspek fonologis, struktur kata, kelancaran, dan pemahaman bacaan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini memilih subjek melalui teknik purposive sampling berdasarkan rekomendasi guru kelas. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, asesmen diagnosis membaca komprehensif, analisis hasil karya siswa (portofolio), dan wawancara mendalam dengan guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami hambatan serius terutama pada aspek fonologis dengan pola kesalahan dominan berupa substitusi huruf, omisi, dan distorsi. Kecenderungan ini terjadi karena siswa kesulitan memetakan hubungan huruf-bunyi dan mengenali struktur suku kata majemuk. Sementara itu, kemampuan menulis dan berhitung siswa berada pada level cukup hingga baik, menunjukkan bahwa kesulitan yang dialami bersifat spesifik pada kemampuan membaca saja. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya dilakukan asesmen diagnosis komprehensif untuk mendeteksi kesulitan membaca sejak dini, serta perlunya intervensi yang tepat seperti pendekatan fonik sistematis atau metode multisensori untuk meningkatkan literasi dasar siswa.</p>Nurfazira NurfaziraGaby Arnez
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-092025-12-096479780310.53299/diksi.v6i4.3162Strategi Guru dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa pada Pembelajaran IPA di SMPN 2 Jember
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2998
<p>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) menuntut keterlibatan aktif siswa agar mampu memahami konsep melalui proses ilmiah, seperti mengamati, menanya, berdiskusi, dan melakukan percobaan. Namun, dalam praktiknya masih banyak siswa yang pasif dan kurang terlibat selama kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan keaktifan siswa pada pembelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara mendalam. Wawancara dilakukan secara langsung kepada guru mata pelajaran IPA di SMPN 2 Jember untuk memperoleh informasi terkait strategi pembelajaran yang diterapkan. Data juga diperoleh melalui pengamatan terhadap pelaksanaan kegiatan belajar di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berupaya meningkatkan keaktifan siswa melalui variasi metode pembelajaran, pemberian pertanyaan pemantik, diskusi kelompok, serta pemanfaatan media pembelajaran yang menarik dan relevan. Upaya tersebut mampu mendorong siswa lebih aktif dalam bertanya, berpendapat, dan berpartisipasi selama pembelajaran IPA. Dengan demikian, pemilihan strategi yang tepat serta peran guru sebagai fasilitator memberikan kontribusi penting bagi peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran IPA.</p>Bayu AlgoziResa MahmudahDestra ArimbiDewi Nur FatmawatiDevi Susanti PresiliaIka Dewi SumiatiEka Puspita Kartika Sari
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-152025-12-156480481510.53299/diksi.v6i4.2998Rasionalitas Pilihan Kerja Bebas pada Gen Z Kelurahan Sawunggaling
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3059
<p>Fenomena kerja bebas semakin populer di kalangan Generasi Z, terutama lingkungan perkotaan seperti Kelurahan Sawunggaling, Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami rasionalitas di balik pilihan kerja bebas yang diambil oleh Gen Z dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tiga informan yang bekerja sebagai pengemudi ojek online, pedagang di pasar malam, dan barista freelance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan utama memilih kerja bebas adalah fleksibilitas waktu, kebebasan dalam bekerja, serta ketidakterikatan dengan aturan perusahaan. Analisis berdasarkan teori rasionalitas Max Weber mengungkapkan bahwa keputusan para informan didominasi oleh rasionalitas instrumental, di mana mereka memilih pekerjaan yang paling efisien untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Terdapat pula unsur rasionalitas nilai, terutama terkait dengan kepuasan pribadi dan kebebasan dalam bekerja. Meskipun kerja bebas memberikan keleluasaan, para pekerja menghadapi tantangan berupa ketidakstabilan penghasilan dan ketiadaan jaminan sosial. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pilihan kerja bebas pada Gen Z tidak hanya merupakan bentuk adaptasi terhadap dinamika ekonomi, tetapi juga refleksi dari nilai-nilai yang mereka anut dalam dunia kerja.</p>Azalea SaputriIsa Anshori
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-152025-12-156481682510.53299/diksi.v6i4.3059Analisis Kesulitan Siswa dalam Memahami Hakikat Ilmu Sains dan Metode Ilmiah melalui Model Problem Based Learning di Sekolah Menengah Pertama
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3108
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa dalam memahami hakikat ilmu sains dan metode ilmiah melalui penerapan model <em>Problem Based Learning</em> (PBL) di Sekolah Menengah Pertama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak 32 siswa kelas VII SMP Negeri 12 Jember. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket dengan skala Likert lima tingkat, meliputi indikator pemahaman hakikat sains, pemahaman metode ilmiah, serta pengalaman belajar menggunakan model PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap hakikat sains sebesar 76% dengan kategori baik, pemahaman terhadap metode ilmiah sebesar 80% dengan kategori baik, dan pengalaman belajar menggunakan PBL juga memperoleh hasil 80% dengan kategori baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan model PBL efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan pemecahan masalah, serta pemahaman konsep sains siswa secara mendalam dan bermakna. Selain itu, model PBL juga mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, tanggung jawab, serta kemampuan berkolaborasi dalam proses pembelajaran.</p>Salsa Elka Sari BhaktiCitra BellaFenti Nur AzzahroKartika Pramesti Fitria CahyaniAghnia Azizah HamdiEka Puspita Kartika Sari
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-172025-12-176482683210.53299/diksi.v6i4.3108Pengembangan Ebook Sejarah Perekonomian Indonesia Berbasis Landa Tembe Nggoli untuk Meningkatkan Kemampuan Berikir Kritis Mahasiswa
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3055
<p>Pembelajaran sejarah perekomian Indonesia masih bersifat umum seperti pemahaman pada masa Kolonial Belanda tetapi tidak menyentuh di kerajaan Bima,. Mahasiswa mengetahui bahwa di Bima ada pelabuhan tetapi mereka tidak mengetahui bahwa pelabuhan Bima tersebut memiliki peranan besar dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan Nusantara. Tidak hanya hasil kebun dan pertanian, salah satu komoditi perdagangan yang terkenal adalah hasil seni perempuan Bima yaitu <em>tembe nggoli</em> yang diproses melalui tradisi <em>muna ra medi</em>. Tradisi <em>landa tembe nggoli</em> (Penjualan sarung tenun Bima) sudah dikenal sejak jaman prasejarah melalui system barter, setelah mengenal alat tukar (uang) masyarakat Bima semakin gencar dalam penjualannya. Tujuan penelitian ini menhasilkan ebook Sejarah Perekonomian Indonesia berbasis <em>landa tembe nggoli </em>untuk meningkatkan Kemampuan berpikir Kritis Mahasiswa. Dengan metode penelitian mengacu pada model 4D (Four-D). Hasil penelitian menunjukan bahwa dari aspek Validasi dinyatakan sangat layak/valid dengan tingkat kevalidan sebesar 82%. Hhasil kepraktisan” dari respon pengguna yakni mahasiswa dan dosen adalah 90% dengan kategori “sangat praktis” yang disesuaikan dengan tabel kepraktisan. Tingkat keefektifannya ditunjukan dengan rata-rata skor pada setiap aspek kemampuan peneliti dalam mengelola pembelajaran mencapai kategori “baik sekali” sebesar 88,5%. Dapat disimpulkan bahwa Ebook Sejarah Perekonomian Indonesia berbasis <em>landa tembe nggoli</em> untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa layak untuk digunakan dengan sedikit revisi.</p>Nurjannah NurjannahHidayat HidayatHusnul KhatimahNurul Puspita
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-212025-12-216483383910.53299/diksi.v6i4.3055Strategi Peningkatan Profesionalisme Guru (Sertifikasi) untuk Mendukung Keberhasilan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3338
<p>Profesionalisme pendidik menjadi fondasi utama dalam mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar <strong>secara berkelanjutan dan kontekstual di berbagai daerah Indonesia saat ini yang beragam lokal</strong><strong>.</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan profesionalisme guru bersertifikasi dalam rangka memperkuat pelaksanaan Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah, seperti google scholar, open knowlage dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan rentang waktu 2020-2025. Validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dengan membandingkan literatur dari berbagai perspektif penulis dan institusi. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa guru bersertifikasi memiliki peran strategis dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka, terutama terkait pembelajaran berdiferensiasi, asesmen autentik, dan penguatan profil pelajar Pancasila. Untuk meningkatkan profesionalisme guru bersertifikasi, sejumlah strategi penting diidentifikasi, antara lain pengembangan kompetensi melalui pelatihan berkelanjutan, partisipasi dalam komunitas belajar, pemanfaatan teknologi pembelajaran, supervisi akademik yang suportif, serta peningkatan kolaborasi profesional antar guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi-strategi tersebut efektif dalam memperkuat kapasitas profesional guru bersertifikasi sehingga mampu mendukung keberhasilan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar.</p>Qurban HajarArina Widya KamaliaNirawati NirawatiIsnaini IsnainiAnisa Ambarwati
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-212025-12-216484084710.53299/diksi.v6i4.3338Analisis Wawancara Guru tentang Penerapan Metode Diskusi dalam Pembelajaran IPA dan Pengaruhnya terhadap Ranah Kognitif Siswa
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3092
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode diskusi dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) serta pengaruhnya terhadap ranah kognitif siswa di tingkat sekolah menengah pertama. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah salah satu guru IPA di SMP Negeri 1 Arjasa, SMP Negeri 1 Pujer dan SMP Negeri 3 Genteng yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan kombinasi metode ceramah, diskusi kelompok heterogen, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan praktikum sebagai strategi pembelajaran terpadu. Pertimbangan utama dalam pemilihan metode tersebut adalah perbedaan kemampuan dan gaya belajar siswa. Penerapan metode diskusi mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi ketika terlibat dalam kegiatan praktikum dan diskusi, karena mereka dapat belajar secara langsung dan kolaboratif. Meskipun demikian, terdapat kendala seperti keterbatasan waktu, kebutuhan mencetak LKPD, dan manajemen kelas yang kompleks. Guru mengatasi hal tersebut melalui inovasi penggunaan LKPD digital dan pembentukan kelompok tetap. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode diskusi, bila dikombinasikan dengan pendekatan kontekstual dan berbasis pengalaman, dapat memperkuat pemahaman konsep IPA serta menumbuhkan keterampilan sosial dan ilmiah siswa. Diperlukan penelitian lanjutan dengan cakupan lebih luas dan pendekatan campuran untuk memperoleh data yang lebih objektif dan representatif.</p>Tasya FalahhusnaDinar Raihana Nabila ArtantiSabrina Al JihanAlifah Amalia DzulhijjahBias AlfauziEka Puspita Kartika Sari
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-252025-12-256484885610.53299/diksi.v6i4.3092Dampak Struktur Modal pada Nilai Perusahaan dengan Mediasi Profitabilitas
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3187
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan, mengkaji pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan, serta menilai pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan dengan peran mediasi profitabilitas. Populasi penelitian meliputi semua perusahaan yang tergolong pada sektor Properti selama periode 2021–2024, yaitu sebanyak 36 perusahaan. Penentuan sampel dilakukan menggunakan desain nonprobability sampling dengan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 10 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Teknik analisis data yang digunakan meliputi regresi linear berganda, uji asumsi klasik, uji hipotesis (analisis jalur/path analysis), serta koefisien determinasi. Dihitung menggunakan proses pengolahan data menggunakan software SPSS (<em>Statistical Package for the Social Sciences</em>) versi 22.00 for Windows. Penelitian ini menemukan bahwa: (1) struktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas; (2) profitabilitas memberikan pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap nilai perusahaan; (3) struktur modal terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan; dan (4) profitabilitas tidak dapat memediasi pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan. Penyebabnya adalah perusahaan sampel belum berada pada tingkat yang memungkinkan mekanisme mediasi bekerja secara efektif. struktur utang yang optimal, sehingga peningkatan proporsi utang masih dapat mendorong profitabilitas untuk meningkatkan nilai perusahaan.</p>Masita MasitaSofyan Syamratulangi
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-252025-12-256485686310.53299/diksi.v6i4.3187Peran Guru Sekolah Dasar dalam Membentuk Karakter Siswa Sejak Dini
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2969
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi guru sekolah dasar dalam pengembangan karakter siswa sejak usia dini dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Studi ini mengeksplorasi beragam temuan dari penelitian sebelumnya guna mengenali peran guru sebagai pendidik, mentor, dan contoh moral dalam proses pembentukan karakter anak. Nilai-nilai karakter yang dianalisis mencakup tanggung jawab, kejujuran, disiplin, kerja sama, empati, dan rasa hormat, yang dimasukkan dalam proses pembelajaran dan kegiatan di sekolah. Pencarian literatur dilakukan secara sistematik melalui basis data akademik seperti Google Scholar, DOAJ, ERIC, dan ResearchGate dengan rentang publikasi antara tahun 2013 hingga 2025. Pemilihan artikel dilakukan berdasarkan kriteria yang ketat untuk memastikan kevalidan data. Metode analisis tematik diterapkan untuk menyelidiki pola, kecenderungan, serta kekurangan dalam pelaksanaan pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memainkan peran penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter melalui keteladanan, kebiasaan positif, dan pengintegrasian nilai ke dalam kurikulum. Kerja sama antara peran guru, nilai-nilai karakter, dan teknik pembelajaran adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berkarakter, yang pada gilirannya menghasilkan siswa yang memiliki integritas, tanggung jawab, dan sikap positif.</p>Siti HawahHaifahrrahmah HaifahrrahmahInang Irma Rezkillah
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-252025-12-256486487210.53299/diksi.v6i4.2969Pengaruh PBL Berbasis Deep Learning terhadap Penguatan Karakter Profil Pelajar Pancasila Dimensi Kritis dan Mandiri dalam Kurikulum Merdeka di SDN 01 Dompu
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3427
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh <em>Problem Based Learning</em> (PBL) berbasis <em>deep learning</em> terhadap penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila pada dimensi Bernalar Kritis dan Mandiri di SDN 01 Dompu. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain Non-Equivalent Control Group Design pada dua kelas V, masing-masing 26 siswa. Kelas eksperimen menerapkan PBL berbasis <em>deep learning</em>, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Data diperoleh melalui pretest–posttest, observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelas eksperimen setelah penerapan PBL berbasis deep learning. Rata-rata nilai karakter kritis meningkat dari 62,3 pada pretest menjadi 84,7 pada posttest, sedangkan pada kelas kontrol peningkatannya hanya dari 61,9 menjadi 72,5. Pada karakter mandiri, kelas eksperimen meningkat dari 61,8 menjadi 86,1, sedangkan kelas kontrol hanya dari 62,0 menjadi 71,4. Hasil uji t menunjukkan nilai t hitung 4,82 untuk dimensi kritis dan 5,11 untuk dimensi mandiri, keduanya lebih besar dari t tabel 2,00, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan. Penelitian menyimpulkan bahwa PBL berbasis deep learning efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian siswa, sekaligus mendukung penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka.</p>Julkifli JulkifliSofyan Syamratulangi
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-252025-12-256487388010.53299/diksi.v6i4.3427Investigating the Effect of Exploration Game within a Contextual Learning Setting on Pupils’ Vocabulary Mastery
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3544
<p>Vocabulary mastery is a crucial aspect of English learning in elementary schools, but classroom teaching often relies heavily on mechanical memorization methods that do not provide meaningful context. These methods typically do not keep students interested or help them retain vocabulary over time. This study explores the effectiveness of using exploration games within the Contextual Teaching and Learning framework to improve vocabulary mastery among fifth grade students. The need for this research comes from the desire to develop learning methods that actively involve students and link vocabulary learning to real-life situations. The study aimed to determine if exploration game-based contextual learning significantly improves students' vocabulary mastery. The research used a quantitative approach with a one-group pretest-posttest quasi-experimental design. The participants were 18 fifth grade students from an elementary school, chosen through total sampling. Data were gathered using vocabulary tests given before and after three sessions of exploration game-based instruction. The data were analyzed using descriptive analysis and the Wilcoxon Signed Rank test. The results showed a significant improvement in vocabulary mastery for all participants, with notable score increases following the intervention. Statistical analysis confirmed that the improvement was significant and had a large practical impact. In conclusion, integrating exploration games with Contextual Teaching and Learning is effective in enhancing vocabulary mastery for elementary students and presents a meaningful alternative to traditional vocabulary teaching methods.</p>Multi Krisna ZegaDirman Yanto ZamagoHubertus Kristofan GuloKelvin Rahmana Jaya MendrofaPercis ZebuaYasminar Amaerita Telaumbanua
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-282025-12-286488188810.53299/diksi.v6i4.3544Pengaruh Video Podcast Interaktif Bahasa Inggris dalam Meningkatkan Kemampuan Speaking Mahasiswa
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3482
<p>Kemampuan speaking merupakan salah satu keterampilan utama yang harus dikuasai mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, namun pada kenyataannya masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam aspek kelancaran, ketepatan bahasa, dan kepercayaan diri. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital yang interaktif dipandang sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan video podcast interaktif pada pembelajaran Bahasa Inggris terhadap peningkatan kemampuan speaking mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental <em>one group pretest–posttest</em>. Subjek penelitian berjumlah 35 mahasiswa semester III Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Al Amin Dompu yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa tes lisan (<em>oral test</em>) speaking yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji <em>paired sample t-test</em> dan uji <em>N-Gain</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata <strong>pretest kemampuan speaking mahasiswa sebesar 54,60</strong><strong>,</strong> sedangkan nilai rata-rata <strong>posttest meningkat menjadi 87,51</strong> setelah penerapan video podcast interaktif. Hasil uji <em>paired sample t-test</em> menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05), dengan nilai <em>N-Gain</em> sebesar 0,7270 pada kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan video podcast interaktif efektif dalam meningkatkan kemampuan speaking mahasiswa. Dengan demikian, video podcast interaktif dapat dijadikan sebagai alternatif media pembelajaran yang inovatif, relevan, dan efektif dalam pembelajaran speaking di perguruan tinggi.</p>Bella PuspitaSuryani SuryaniLego Prayogo
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-292025-12-296488989910.53299/diksi.v6i4.3482Peran Lembaga Pendidikan Islam Nahdatul Ulama dalam Perubahan Sosial
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2696
<p>Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia memiliki peran penting dalam perkembangan pendidikan Islam melalui lembaga-lembaga seperti pesantren, madrasah, dan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU (LP Ma’arif NU). Artikel ini membahas sejarah, visi misi, serta tantangan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan NU dalam menghadapi perubahan sosial dan modernisasi. Selain itu, dibahas pula kontribusi NU dalam pembentukan karakter, penyebaran nilai toleransi, dan menjaga keharmonisan sosial. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif. Analisis dilakukan secara deskriptif dan interpretatif untuk memahami makna di balik data yang dikumpulkan dari wawancara, observasi, dan dokumen. menyoroti problematika manajemen, sumber daya manusia, kurikulum, dan pendanaan yang menjadi hambatan utama dalam pengembangan pendidikan NU serta strategi revitalisasi yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan NU.</p>Salwa Cantika SabillahMasitah Effendi
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-302025-12-306490091410.53299/diksi.v6i4.2696Interaksi Autentik dalam Konteks Wisata: Perancangan Model Pembelajaran Berbicara Bahasa Inggris di Pantai Lakey
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2734
<p>Keterampilan berbicara merupakan salah satu kompetensi inti dalam pembelajaran bahasa Inggris yang seringkali menjadi tantangan bagi siswa di Indonesia. Salah satu pendekatan yang diyakini mampu mengatasi tantangan tersebut adalah pembelajaran berbasis konteks autentik yang relevan dengan kehidupan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas model pembelajaran berbasis potensi wisata Pantai Lakey dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa SMA di Kecamatan Huu, Kabupaten Dompu. Metode penelitian yang digunakan adalah desain model ADDIE (<em>Analysis, Design</em>, <em>Development, Implementation, Evaluation</em>) yang tahap evaluasinya menggunakan quasi-experimental dengan desain <em>pre-test</em> dan <em>post-test control group design</em>. Sampel terdiri dari dua kelas, yakni kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan pembelajaran berbasis potensi wisata Lakey dan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian meliputi tes keterampilan berbicara, lembar observasi aktivitas siswa, angket respon siswa dan guru, serta wawancara mendalam. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan uji-t dan analisis deskriptif, serta secara kualitatif melalui analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan keterampilan berbicara siswa pada kelompok eksperimen dengan rata-rata skor meningkat sebesar 19,6 poin, jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang hanya meningkat 8,7 poin. Observasi aktivitas mengindikasikan peningkatan keterlibatan siswa sebesar 28%, khususnya dalam keberanian berbicara. Respon angket memperlihatkan penilaian positif dari siswa (85%) dan guru (86%), sementara wawancara mengungkap bahwa siswa merasa lebih percaya diri dan nyaman menggunakan bahasa Inggris dalam konteks lokal yang autentik. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bahwa integrasi potensi wisata lokal dapat dijadikan strategi inovatif dalam pembelajaran bahasa Inggris, khususnya di daerah dengan kekayaan budaya dan alam.</p>Wahyu WahyuAdiprasetio PrabowoMuhammad YaniSyarifudin Syarifudin
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-302025-12-306491592610.53299/diksi.v6i4.2734Analisis Penggunaan Aplikasi Duolingo sebagai Media Pembelajaran Mandiri Mahasiswa
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/2991
<p>Perkembangan teknologi digital telah menyebabkan perubahan yang sangat signifikan dalam proses pembelajaran, terutama dalam meningkatnya kemampuan belajar mandiri mahasiswa. Salah satu aplikasi yang banyak digunakan adalah Duolingo yang memberikan pengalaman belajar baru, fleksibilitas dan kemudahan dalam mempelajari bahasa baru secara mandiri. Penelitian ini dilakukan karena terbatasnya studi yang cenderung berfokus pada siswa sekolah, sementara analisis mengenai mahasiswa sebagai pengguna aktif dari teknologi pembelajaran mandiri masih sangat sedikit dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi mahasiswa terhadap penggunaan aplikasi Duolingo dengan mempertimbangkan lima aspek utama, yaitu kegunaan, kemudahan penggunaan, motivasi belajar, kemandirian belajar, dan kepuasan pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 30 mahasiswa aktif sebagai responden melalui teknik <em>convenience sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online, lalu dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item instrumen valid dan reliabel, serta persepsi mahasiswa secara keseluruhan berada pada kategori sangat baik dengan nilai rata-rata sebesar 4.21. Aspek kepuasan pengguna memiliki nilai tertinggi, sedangkan aspek motivasi dan kemandirian belajar berada pada kategori baik. Temuan ini juga menegaskan bahwa penggunaan aplikasi Duolingo diterima secara positif dan efektif sebagai media pembelajaran mandiri bagi mahasiswa.</p>Bagus ArifinAlysa Norma RahmadaniNabila RosianaNoor Refa FebriantiNur Meysha PutriMuhammad Labib JundillahRamadiani Ramadiani
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-302025-12-306492793510.53299/diksi.v6i4.2991Media Pembelajaran Digital Berbasis Animasi dan Multimedia Untuk Meningkatkan Minat Belajar IPA di Sekolah Dasar
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3078
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran digital berbasis animasi dan multimedia dalam meningkatkan minat belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Sekolah Dasar melalui pendekatan <em>Systematic Literature</em> <em>Review</em> (SLR) berbasis pedoman PRISMA 2020. Unit analisis penelitian terdiri atas 17 artikel ilmiah terpublikasi periode 2020–2025 yang diperoleh dari enam basis data akademik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penggunaan media animasi dan multimedia interaktif meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 25–45% dibandingkan metode konvensional. Media dua dan tiga dimensi dengan warna cerah, narasi sinkron, serta karakter kontekstual terbukti efektif menumbuhkan motivasi intrinsik, rasa ingin tahu ilmiah, dan keterlibatan aktif siswa. Fitur interaktif seperti kuis, klik objek, dan pilihan alur cerita memperkuat partisipasi belajar serta meningkatkan fokus dan keaktifan. Temuan ini mendukung <em>Cognitive Theory of Multimedia Learning</em> yang menjelaskan bahwa kombinasi visual, audio, dan teks mampu memperkuat pemrosesan informasi dan memori belajar. Secara pedagogis, guru perlu berperan sebagai learning designer dalam merancang pembelajaran digital yang kontekstual dan interaktif. Dengan demikian, media pembelajaran digital berbasis animasi dan multimedia merupakan strategi efektif untuk meningkatkan minat belajar IPA di Sekolah Dasar sekaligus mendukung transformasi pembelajaran abad ke-21.</p>Apriliana Dwi SusilowatiAlfi LaylaAulia Rachma Sari
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-302025-12-306493695110.53299/diksi.v6i4.3078Integrasi Project Based Learning dan Kearifan Lokal Uma Lengge dalam Pembelajaran IPS Siswa Sekolah Dasar
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3095
<p>Fokus penelitian ini adalah kebutuhan guru dan sekolah memberikan pembelajaran IPS, yang lebih hidup dan dekat dengan kehidupan siswa di SD Inpres 2 Maria. Secara praktis, penelitian ini memberi dampak berupa kontribusi nyata berkaitan dengan penyediaan panduan bagi guru dalam proses mentransformasikan materi IPS SD dengan pengalaman belajar kontekstual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pembelajaran berbasis proyek (PjBL) digunakan dengan kearifan lokal Uma Lengge dalam pembelajaran IPS, serta perubahan yang terlihat dalam partisipasi dan pemahaman siswa. Studi ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan dirancang sebagai studi kasus. Subjeknya adalah seorang guru dan siswa di salah satu kelas atas. Data dikumpulkan dengan melihat kegiatan pembelajaran, melakukan wawancara singkat, dan membaca RPP, LKPD, dan produk proyek seperti poster, maket, dan karya visual Uma Lengge. Hasil menunjukkan bahwa PjBL berbasis Uma Lengge mendorong siswa untuk bertanya, bekerja sama, dan mengaitkan materi IPS dengan kehidupan sosial budaya di sekitar mereka. Selain itu, siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai sosial, budaya, dan ekonomi Uma Lengge. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek yang menggabungkan kearifan lokal Uma Lengge adalah metode pembelajaran IPS yang lebih kontekstual di sekolah dasar.</p>Nurafiffuddin NurafiffuddinAndy Hasliyati Ike Safitri
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-302025-12-306495296310.53299/diksi.v6i4.3095Sinergi Pendidikan Lintas Budaya dan Pendidikan Keagamaan Untuk Mencegah Konflik Masyarakat Plural di Kota Manokwari
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3132
<p>Pendidikan lintas budaya dan pendidikan keagamaan dapat berfungsi sebagai pilar preventif yang saling melengkapi: pendidikan lintas budaya membangun pemahaman identitas, penghargaan terhadap perbedaan, dan kompetensi dialog antar-kelompok sementara pendidikan keagamaan bila disajikan secara moderat dan berorientasi nilai kemanusiaan memperkuat nilai-nilai moral yang mendukung toleransi dan rekonsiliasi. Latar belakang ini didukung oleh bukti bahwa program pendidikan yang menekankan interaksi antarkelompok mengurangi prasangka dan permusuhan. Tujuan dari studi ini adalah mengeksplorasi mekanisme sinergis antara kedua pendekatan dan bagaimana integrasinya dapat menurunkan risiko konflik di komunitas majemuk. Metode yang digunakan meliputi telaah kebijakan dan literatur (termasuk pedoman UNESCO tentang pendidikan lintas budaya), analisis teori kontak antarkelompok, serta studi kualitatif melalui wawancara dengan pendidik, tokoh agama, dan peserta didik di sekolah SMP Negeri 3 manokwari serta beberapa komunitas. Hasilnya menunjukkan bahwa gabungan kurikulum yang mengintegrasikan perspektif multikultural, pengalaman kontak terstruktur antaragama, dan pengajaran nilai religius universal meningkatkan empati, keterampilan resolusi konflik, dan identitas kebangsaan inklusif. Temuan dari penelitian ini sejalan dengan teori kontak antarkelompok dan konsep multicultural education yang menekankan peran sekolah dalam mendorong keadilan sosial. Kesimpulannya, integrasi sistematis pendidikan lintas budaya dan pendidikan keagamaan dalam kurikulum, pelatihan guru, dan kebijakan dapat menjadi strategi efektif pencegahan konflik di masyarakat plural. Peran Pendidikan dalam Pencegahan Konflik, UNESCO menekankan bahwa pendidikan adalah alat penting dalam pencegahan konflik, karena melalui pendidikan bisa ditanamkan nilai pemahaman, toleransi, dan penghormatan terhadap keragaman.UNESCO menekankan bahwa sistem pendidikan harus mengembangkan sikap, nilai, dan kompetensi (knowledge, skills, attitudes) yang mendukung hidup berdampingan dalam masyarakat majemuk.</p>Welly Ervina SolissaNajamuddin NajamuddinAlimin Alwi
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-302025-12-306496497410.53299/diksi.v6i4.3132Membangun Fondasi Sains yang Kokoh: Telaah Literatur tentang Permasalahan Pemahaman Filsafat Sains di Kalangan Mahasiswa dan Siswa
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3173
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemahaman peserta didik terhadap konsep hakikat sains dan filsafat sains serta keterkaitannya dengan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Telaah Literatur Sistematik (Systematic Literature Review/SLR). Data dikumpulkan dan disintesis dari studi-studi yang berfokus pada dampak pengajaran Filsafat Sains terhadap keterampilan kognitif tingkat tinggi peserta didik. Ditemukan bahwa pemahaman prinsip logika memungkinkan peserta didik menyusun argumen secara valid, menghindari kekeliruan penalaran, dan mengevaluasi premis dengan akurat. Secara spesifik, epistemologi membantu mereka menilai keabsahan informasi, membedakan fakta dan opini, serta mengevaluasi sumber pengetahuan secara rasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis memiliki hubungan yang kuat dengan kajian filsafat, terutama pada aspek logika, etika, epistemologi, ontologi, dan aksiologi. Peserta didik yang memahami prinsip logika mampu menyusun argumen secara valid, menghindari kekeliruan penalaran, dan mengevaluasi premis dengan tepat. Sementara itu, etika berkontribusi dalam membentuk kemampuan berpikir kritis yang bertanggung jawab melalui pertimbangan nilai moral dalam pengambilan keputusan. Epistemologi membantu peserta didik dalam menilai keabsahan informasi, membedakan fakta dan opini, serta mengevaluasi sumber pengetahuan secara rasional. Pembelajaran berbasis filsafat melalui masalah kontekstual, diskusi terbimbing, dan latihan analisis terbukti meningkatkan kemampuan analisis, evaluasi, deduksi, dan induksi. Temuan ini menegaskan bahwa filsafat memberikan landasan konseptual yang efektif dalam memperkuat pemahaman hakikat sains sekaligus meningkatkan kualitas penalaran peserta didik. Dengan demikian, integrasi filsafat dalam pembelajaran sains penting untuk membentuk karakter intelektual yang reflektif, rasional, dan bertanggung jawab.</p>Dinda Anggraeni Indah Lestari Putri Millati AzkiyahAsiyah Miftakhul MaghfirohWardah AlfiyulKendid MahmudiI Ketut MahardikaHabibah Khusna Baihaqi
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-302025-12-306497598110.53299/diksi.v6i4.3173Efektivitas Media Pop-Up Book Berbasis Konteks Lokal dalam Pembelajaran Bangun Ruang di Sekolah Dasar: Systematic Literature Review
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3185
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media pop-up book berbasis konteks lokal dalam meningkatkan pemahaman konsep bangun ruang pada siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian didasarkan pada rendahnya kemampuan visualisasi spasial siswa serta keterbatasan media pembelajaran yang konkret dan kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji artikel-artikel penelitian yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2018-2025. Proses seleksi literatur dilakukan menggunakan kerangka PRISMA, meliputi tahap identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi, sehingga diperoleh 16 artikel yang dianalisis secara mendalam. Hasil sintesis menunjukkan bahwa media pop-up book secara konsisten memberikan dampak positif terhadap pemahaman konsep bangun ruang. Media ini memenuhi aspek validitas dan kepraktisan dengan skor penilaian ahli dan respon pengguna yang berada pada kategori sangat layak. Selain itu, peningkatan hasil belajar siswa terlihat dari nilai N-Gain yang berada pada kategori sedang hingga tinggi. Integrasi konteks lokal, seperti budaya daerah dan objek wisata, terbukti meningkatkan keterlibatan belajar serta membantu siswa mengaitkan konsep geometri dengan pengalaman nyata. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pop-up book berbasis konteks lokal efektif digunakan sebagai media pembelajaran matematika di sekolah dasar. Media ini tidak hanya memperkuat pemahaman kognitif siswa, tetapi juga mendukung pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan selaras dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.</p>Sophie Gita AryaniAlfi LailaTika Pusvitasari
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-312025-12-316498299010.53299/diksi.v6i4.3185Penerapan Komik Interaktif Berbasis Model PBL Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia di Sekolah Inklusif
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3431
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan komik interaktif berbasis model PBL (PBL) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah inklusif serta menguji pengaruhnya terhadap hasil belajar peserta didik. Metode penelitian menggunakan quasi-experimental design dengan model one-group pretest–posttest. Hasil analisis uji <em>paired sample t-test</em> menunjukkan bahwa penggunaan komik interaktif berbasis PBL meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan (<em>p</em> < 0,05). Rata-rata nilai pretest sebesar 64,2 meningkat menjadi 83,7 pada posttest. Peningkatan paling signifikan terjadi pada siswa berkebutuhan khusus dengan rata-rata peningkatan sebesar 22,5 poin (<em>p</em> < 0,05). Selain itu, komik interaktif membantu memfasilitasi pemahaman konsep, meningkatkan motivasi belajar, serta memudahkan proses diskusi kolaboratif selama kegiatan PBL. Dengan demikian, penerapan komik interaktif berbasis PBL terbukti efektif meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia di sekolah inklusif.</p>Ruwaidah RuwaidahNurul Uyun
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-312025-12-316499199810.53299/diksi.v6i4.3431Desain RPM (Rekon, Puisi, Musikalisasi) Dengan Metode Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Menulis Teks Rekon Berbantuan Media Gambar
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3518
<p>Desain RPM (Rekon, Puisi, Musikalisasi) merupakan inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia yang mengintegrasikan metode Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) dan media gambar untuk meningkatkan kemampuan menulis Teks Rekon (cerita ulang). Teks rekon, yang berfungsi menceritakan kembali peristiwa masa lalu secara kronologis, seringkali sulit disusun secara sistematis oleh murid. Desain RPM bertujuan merevitalisasi pembelajaran yang didominasi metode ceramah dan pasif dengan menyediakan konteks autentik dan ruang eksplorasi. PjBL fokus pada pengembangan keterampilan murid melalui proyek nyata, di mana mereka tidak hanya belajar konsep teoritis tetapi juga menerapkannya. Kombinasi dengan media gambar berfungsi sebagai stimulus visual yang efektif untuk memvisualisasikan ide, membantu murid menata alur tulisan, dan mengekspresikan emosi.</p> <p>Tiga gagasan proyek utama dalam desain RPM adalah: (1) Rekon Berbasis Fotografi (Proyek 1): Murid memilih dan menyusun 5 hingga 7 foto pengalaman pribadi secara kronologis, kemudian menulis deskripsi naratif terpadu untuk setiap gambar, yang secara kolektif membentuk teks rekon lengkap. (2) Puisi atau Lagu dari Parafrase Gambar (Proyek 2): Murid memparafrasekan teks rekon menjadi larik puisi atau lirik lagu, berfokus pada interpretasi makna dan konstruksi irama/diksi. (3) Musikalisasi Puisi atau Lagu (Proyek 3): Murid menafsirkan naskah puisi/lagu, mengaransemennya, dan menampilkannya (langsung atau video) dengan gambar sebagai latar visual, mengembangkan kepekaan terhadap harmoni bahasa dan bunyi. Secara keseluruhan, desain RPM ini terbukti mampu meningkatkan kualitas teks rekon, menumbuhkan kreativitas, kolaborasi, literasi visual dan verbal, serta mengubah pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan relevan.</p>Lukman HakimDarni DarniUrip Zaenal Fanani
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-312025-12-3164999100810.53299/diksi.v6i4.3518Strategi Perancangan Media Inovatif yang Adaptif dan Berpusat pada Murid: Kajian Konseptual Menuju Pembelajaran Berdampak di Pendidikan Dasar
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3319
<p>Perancangan media pembelajaran inovatif di Pendidikan Dasar memerlukan strategi yang melampaui pemilihan teknologi semata; yang menuntut pendekatan sistematis yang adaptif, holistik, dan selaras dengan Prinsip Pembelajaran Mendalam (3PM: Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan) Kurikulum Merdeka. Artikel ini menyajikan sebuah kerangka strategis berdasarkan Kajian Konseptual/Literatur Terstruktur, yang bertujuan menguraikan proses perancangan media yang secara fundamental berpusat pada kebutuhan murid. Temuan utama menegaskan bahwa proses perancangan media adalah siklus iteratif yang bertumpu pada tiga pilar: pertama, Analisis Kebutuhan Murid secara komprehensif (kognitif, sosial-emosional, kontekstual, dan potensi <em>co-creation</em>) yang menjadi penentu desain; kedua, peran kreativitas guru dalam menerjemahkan kebutuhan tersebut menjadi media yang secara eksplisit memenuhi Prinsip 3PM; dan ketiga, integrasi Keterlibatan Murid (<em>Co-creation</em>) serta Uji Coba Berkelanjutan (Iterasi) untuk memastikan validitas dan dampak media. Strategi ini berimplikasi pada pergeseran peran guru Pendidikan Dasar sebagai perancang pembelajaran yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang mendalam, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan kontemporer.</p>Ni Made SutiniZaenab ZaenabLidia RahmatullaeliUlfa WahidahFurkan Furkan
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-312025-12-31641009101710.53299/diksi.v6i4.3319Speaking Difficulties in Presenting Physics Experiments: A Survey Study
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3590
<p>Speaking difficulties in English-medium physics experiment presentations remain an underexplored issue, as they involve linguistic, psychological, and discipline-specific factors. This study aims to identify the types and levels of speaking difficulties experienced by physics students during experiment presentations. A descriptive quantitative survey design was employed involving 61 respondents, consisting of 56 physics students and five physics teachers or lecturers. Data were collected using a validated questionnaire measuring several domains of speaking difficulty, including pronunciation, fluency and delivery, vocabulary and grammar, interaction and question-and-answer sessions, and content organisation. The data were analysed using descriptive statistics. The results indicate that pronunciation, fluency, and delivery constitute the most dominant challenges (M = 3.10), followed by interaction and Q&A (M = 3.05) and vocabulary grammar issues (M = 3.04), while content organisation is the least problematic aspect (M = 2.90). Speaking anxiety is at a moderate level (M = 3.20), mainly characterised by physical symptoms and fear of negative evaluation. Furthermore, 87% of respondents reported insufficient oral proficiency despite having conceptual understanding of physics content. These findings highlight the need for structured speaking training in physics courses, particularly focusing on technical vocabulary mastery, guided oral explanations, and simulated Q&A practice to support clearer and more confident scientific communication.</p>Gina AlvianaKilaz Munjin Mu’afi Al FathWahyunengsih Wahyunengsih
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-312025-12-31641018102910.53299/diksi.v6i4.3590Analisis Makna Simbolik pada Penerapan Kebijakan Lima Hari Belajar di SMA Negeri 1 Tanjung Pura
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3618
<p>penerapan kebijakan lima hari belajar merupakan sebuah upaya pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus membentuk karakter siswa. Namun pada kebijakan baru ini tentunya impelementasi ini tidak terlepas dari berbagai respons serta tantangan pada tingkat satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terkait makna simbolik kebijakan lima hari belajar serta perubahan dinamika interaksi dan beban belajar yang dialami guru dan siswa di SMA Negeri 1 Tanjung Pura. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode fenomenologis yang berdasarkan dari pengalaman guru dan siswa. Subjek penelitian ini terdiri atas guru dan siswa yang memiliki keterlibatan langsung dalam penerapan kebijakan ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pelaksanaan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kebijakan lima hari belajar dimaknai dalam bentuk yang bervariasi oleh guru dan siswa. Guru memaknai kebijakan ini sebagai upaya peningkatan efektivitas pembelajaran, penguatan pengawasan siswa, serta strategi pencegahan kenakalan remaja. Sedangkan siswa memaknai kebijakan ini sebagai bentuk pembiasaan disiplin dan pemanfaatan waktu belajar yang optimal, meskipun tanggapan disisi lain siswa mengalami peningkayan kelelahan dan penurunan konsentrasi. Kebijakan ini juga berdampak pada perubahan interaksi serta tantangan pada sosial ekonomi sebagian siswa.</p>Dwi Kesuma NingrumSiti Inganah
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-312025-12-31641030103910.53299/diksi.v6i4.3618Perceptions of the Importance of English in Physics Teaching Careers: A Survey
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3484
<p>Since English improves academic communication, facilitates access to worldwide scientific sources, and supports professional development in international contexts, it has become an essential skill in physics education. Finding out how physics instructors and students perceive the importance of English in physics education and professional growth is the aim of this study. Forty-eight physics education students and 27 physics teachers participated in a quantitative survey. A validated survey with 50 Likert-scale items (Cronbach's Alpha = 0.84) was used to gather the results. Statistical methods that were both descriptive and inferential were used. The findings show that both groups had favorable opinions of English's involvement, with physics teachers indicating greater levels of perceived importance (M = 4.38) than students (M = 3.98). Professional communication, career advancement, and access to global scientific information were among the main perceived advantages. However, problems with qualified English language training and institutional assistance continued. The study concludes that, while taking local contexts into consideration, institutional strategies should support English literacy as a critical component of physics education.</p>Siti SarahNurul Azri MaghfirahWahyunengsih Wahyunengsih
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-312025-12-31641040105010.53299/diksi.v6i4.3484A Survey on Students' Confidence in Reading Physics Research in English
https://www.jurnal.bimaberilmu.com/index.php/diksi/article/view/3436
<p>By assessing the reading confidence levels of physics students, this study investigates the primary obstacles influencing their understanding of English-language research publications. A structured questionnaire measuring four aspects of reading confidence scientific vocabulary and terminology, comprehension of research article structure, application of reading strategies, and critical reading and interpretation was used to gather data from 64 physics students using a quantitative descriptive approach. The findings show that students had a moderate level of trust in their ability to understand scientific terminology (M = 3.32–3.34), indicating that comprehension is nevertheless hampered by new technical jargon. Meanwhile, students reported a high level of confidence in identifying research structures, applying reading strategies, and performing critical interpretation (M = 3.4 However, this confidence was not always accompanied by a thorough understanding of scientific material. These results suggest that limited mastery of scientific terminology and the complexity of academic language significantly contribute to students’ reading difficulties. In order to boost discipline-specific vocabulary, enhance students' comprehension of English-language physics research articles, and improve reading skills, this study suggests implementing more focused English for Specific Purposes (ESP) education.</p>Nabila Trijanuary PutriDini Nur Indah WahyuniPutri WulandharyWahyunengsih Wahyunengsih
Copyright (c) 2025 DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2025-12-312025-12-31641051106310.53299/diksi.v6i4.3436